Kegiatan Posyandu Remaja adalah pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang ditujukan untuk kelompok usia 10–19 tahun dengan sistem pendekatan dari, oleh, dan untuk remaja.
Berikut adalah rincian kegiatan utama yang biasanya dilakukan di Posyandu Remaja:
1. Pelayanan 5 Langkah (Alur Utama)
Pendaftaran: Remaja melakukan registrasi dan pengisian kuesioner atau skrining awal.
Pengukuran Fisik: Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, penghitungan Indeks Masa Tubuh (IMT), pengukuran tekanan darah, lingkar lengan atas (LILA), dan lingkar perut.
Pencatatan: Hasil pengukuran dimasukkan ke dalam buku catatan atau rapor kesehatan remaja.
Pelayanan Kesehatan & Konseling: Pemeriksaan kondisi umum, cek kadar Hb (hemoglobin) untuk mendeteksi anemia (khususnya bagi remaja putri), serta pembagian Tablet Tambah Darah (TTD).
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE): Penyuluhan interaktif, diskusi kelompok sebaya, serta layanan konseling privat terkait masalah pribadi, gizi, maupun kesehatan mental.
2. Materi Edukasi dan Penyuluhan
Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR): Edukasi pubertas, kebersihan diri, dan pencegahan pernikahan dini serta kehamilan usia remaja.
Pencegahan Penyakit: Bahaya HIV/AIDS, Penyakit Menular Seksual (PMS), serta Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan konsep CERDIK.
Gizi Seimbang: Pentingnya pola makan sehat, pencegahan stunting, dan bahaya anemia.
Kesehatan Mental & NAPZA: Pengelolaan stres, pencegahan perundungan (bullying), serta bahaya rokok, alkohol, dan penyalahgunaan narkoba.
3. Kegiatan Tambahan dan Partisipatif
Aktivitas Fisik: Senam bersama, olahraga (futsal, voli), atau jalan sehat.
Pengembangan Keterampilan (Life Skills): Pelatihan keterampilan wirausaha, digital skills, atau pengelolaan media sosial untuk kampanye kesehatan.
Pemberdayaan Kader Sebaya: Melibatkan remaja terpilih untuk dilatih menjadi konselor atau pendidik sebaya (peer educator) bagi teman-temannya